Mengapa Bilal Mengumandangkan Adzan Sebelum Subuh Padahal Waktu Subuh Belum Masuk?

Mengapa Bilal Mengumandangkan Adzan Sebelum Subuh Padahal Waktu Subuh Belum Masuk?

Banyak kaum muslimin mengira bahwa adzan selalu dikumandangkan setelah masuk waktu shalat.

Namun ternyata, pada zaman Rasulullah ﷺ terdapat sesuatu yang mungkin belum diketahui oleh sebagian kaum muslimin. Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu terkadang mengumandangkan adzan sebelum waktu Subuh masuk.

Pertanyaannya, mengapa demikian?

Bukankah adzan merupakan tanda masuknya waktu shalat?

Dan yang lebih menarik lagi, bagaimana suara Bilal bisa membangunkan penduduk Madinah padahal saat itu belum ada pengeras suara, belum ada listrik, dan belum ada menara masjid seperti yang kita kenal sekarang?

Mari kita telusuri penjelasannya berdasarkan hadits-hadits yang shahih.

Ilustrasi Adzan Bilal
Ilustrasi Utama – Media Pendukung IkhwanPeduli

Bilal Beradzan Sebelum Fajar

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa pada zaman Nabi ﷺ terdapat dua adzan yang berkaitan dengan waktu Subuh.

  • Adzan pertama dikumandangkan oleh Bilal radhiyallahu ‘anhu sebelum terbit fajar.
  • Adzan kedua dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu setelah fajar benar-benar terbit.

Karena itu, adzan Bilal bukanlah tanda masuknya waktu Subuh. Bahkan Nabi ﷺ memerintahkan kaum muslimin untuk tetap makan dan minum sahur setelah adzan Bilal berkumandang.

Mengapa Ada Adzan Sebelum Subuh?

Rasulullah ﷺ menjelaskan hikmah adzan tersebut dalam hadits yang lain:

“Janganlah adzan Bilal menghalangi salah seorang kalian dari sahurnya, karena ia mengumandangkan adzan agar membangunkan orang yang shalat malam dan agar orang yang tidur kembali bersiap.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini para ulama menjelaskan beberapa hikmah adzan pertama:

  • Membangunkan orang yang sedang tidur.
  • Mengingatkan orang yang ingin melaksanakan qiyamul lail.
  • Memberi tanda bahwa waktu Subuh sudah dekat.
  • Mengingatkan orang yang bersahur agar bersiap menyelesaikan sahurnya.

With demikian, adzan pertama berfungsi sebagai pemberitahuan dan persiapan, bukan sebagai tanda masuknya waktu shalat Subuh.

Belum Ada Pengeras Suara, Lalu Bagaimana Bilal Membangunkan Penduduk Madinah?

Ini pertanyaan yang menarik.

Kita hidup di zaman pengeras suara, sehingga terkadang sulit membayangkan bagaimana adzan bisa terdengar luas pada masa Rasulullah ﷺ.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Bilal biasa mengumandangkan adzan dari tempat yang tinggi.

Bahkan disebutkan bahwa beliau pernah mengumandangkan adzan dari atas rumah yang termasuk paling tinggi di sekitar Masjid Nabawi.

Pada masa itu:

  • Madinah masih berupa kota yang relatif kecil.
  • Bangunan-bangunan belum bertingkat tinggi.
  • Tidak ada kebisingan kendaraan bermotor.
  • Suasana malam sangat tenang.

Dalam kondisi seperti itu, suara manusia yang kuat dari tempat tinggi dapat terdengar cukup jauh, terlebih pada waktu menjelang Subuh ketika suasana masih sunyi.

Karena itulah adzan Bilal dapat berfungsi sebagai tanda bagi banyak penduduk Madinah meskipun tanpa bantuan teknologi modern.

Apakah Adzan Pertama Subuh Sama dengan yang Dilakukan Sebagian Masjid Saat Ini?

Secara fungsi, ada kemiripan.

Adzan Bilal dahulu bertujuan memberi peringatan bahwa waktu Subuh sudah dekat.

Namun yang perlu dipahami adalah bahwa adzan yang menandakan masuknya waktu Subuh tetaplah adzan yang dikumandangkan setelah terbit fajar shadiq, sebagaimana adzan Ibnu Ummi Maktum pada masa Rasulullah ﷺ.

Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memahami perbedaan antara adzan pemberitahuan dan adzan yang menandakan masuknya waktu shalat.

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

  • Islam mengajarkan persiapan sebelum datangnya waktu ibadah.
  • Para sahabat sangat memperhatikan shalat berjamaah dan qiyamul lail.
  • Teknologi bukanlah sebab utama tersebarnya syiar Islam. Keikhlasan dan kesungguhanlah yang menjadi pondasinya.
  • Memahami sunnah membutuhkan ilmu dan ketelitian agar tidak salah dalam memahami hadits.

Penutup

Ternyata adzan sebelum Subuh bukanlah sesuatu yang asing dalam Islam. Bahkan praktik tersebut telah dikenal sejak zaman Rasulullah ﷺ melalui adzan Bilal radhiyallahu ‘anhu.

Adzan tersebut bukan untuk menandakan masuknya waktu Subuh, melainkan sebagai pengingat dan persiapan bagi kaum muslimin sebelum datangnya fajar.

Semoga dengan mempelajari sunnah-sunnah seperti ini, kita semakin mencintai ajaran Rasulullah ﷺ dan semakin semangat untuk menghidupkannya sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum.