
Saat Orang-Orang Bangkrut Itu Datang ke Masjid
بسم الله الرحمن الرحيم
“Hijrah kami sekeluarga bukan untuk mencari kenyamanan dunia. Tujuan kami satu: menuntut ilmu dan berusaha istiqamah.”
Hijrah kami sekeluarga ke Cileungsi, Bogor, benar-benar membuka mata hati. Kami menjadi jamaah di pusat kajian sunnah Masjid Al Barkah, Cileungsi… sebuah masjid yang hidup dengan dakwah, diisi oleh para ustadz yang insya Allah lurus manhajnya.
Di sini, istri saya mengikuti kajian khusus umahat, mulai dari tahsin Al-Qur’an hingga ilmu dasar agama. Anak-anak pun kami sekolahkan di lembaga bermanhaj salaf.
Sementara untuk menyambung hidup, saya berjualan bakso ikan gerobakan di pinggir jalan. Sebuah usaha kecil yang hasilnya masih sebatas cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.
Namun justru dari usaha kecil inilah, Allah memperlihatkan sesuatu yang mengguncang hati saya.
Satu per satu, datang orang-orang yang meminta pekerjaan. Bukan satu dua orang. Dan mereka sama sekali bukan pemalas.
Mereka adalah orang-orang yang bangkrut. Orang-orang yang dulu pernah punya harta, memiliki usaha mapan, bahkan kendaraan pribadi. Lalu roda dunia berputar, dan Allah menguji mereka dengan dunia yang berbalik.
Ketika saya bertanya, “Antum istirahat di mana?”
Jawaban mereka membuat dada ini seketika terasa sesak:
“Di Masjid Al Barkah.”
Bahkan ada yang berkata, “Tadi saya ikut kajian.”
Masya Allah. Orang-orang yang datang kepada saya adalah mereka yang masih menjaga shalat, masih duduk di majelis ilmu, dan masih bertahan di masjid… meski Allah sedang menguji mereka dengan kesulitan yang berat.
Saya ingin menolong. Sungguh ingin. Namun kemampuan saya sangat terbatas.
Usaha bakso ikan ini saja masih pas-pasan untuk keluarga kami. Kalaupun mereka mau membantu, yang bisa saya tawarkan hanyalah ikut menjaga gerobak, mangkal, atau berkeliling, dengan imbalan sekadar makan dari hasil usaha hari itu. Tidak lebih.
Sering kali saya berandai-andai dalam doa:
Seandainya Allah lapangkan rezeki saya… Saya ingin mengontrakkan tempat sederhana. Saya ingin memberi mereka pekerjaan. Saya ingin usaha kecil ini menjadi sebab orang lain bisa bangkit kembali.
Bahkan di area masjid pun, kisah itu terus terulang. Saya menyapa orang asing, mengucapkan salam, dan setelah menjawab, tanpa diminta ia menceritakan beratnya kesulitan yang sedang dihadapi.
Di titik ini saya merenung. Mengapa orang-orang yang sedang diuji justru semakin dekat dengan masjid? Dan mengapa sebagian yang Allah beri kelapangan, justru diuji dengan beratnya berbagi?
Allah mengabarkan bahwa harta hanyalah ujian. Dan Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Tulisan ini tidak lahir untuk menyalahkan siapa pun. Tidak untuk memaksa, tidak pula untuk menggurui. Ini adalah kegelisahan seorang hamba yang melihat saudaranya terluka, sementara tangannya terlalu pendek untuk menjangkau semuanya.
Melalui IkhwanPeduli.com
Saya ingin membuka pintu kebaikan bagi para muhsinin yang Allah beri kelapangan. Agar sedekah yang Anda titipkan bisa menjadi sebab mereka bangkit kembali, bukan sekadar bertahan hidup hari ini.
Insya Allah, amanah yang dititipkan akan disalurkan untuk:
- Membantu pemenuhan kebutuhan makan para ikhwan yang sedang mengalami kebangkrutan.
- Memberikan aktivitas dan pekerjaan sederhana agar mereka kembali produktif.
- Menjaga kehormatan dan izzah mereka agar tidak terjatuh dalam meminta-minta.
Insya Allah kami akan melaporkan penyaluran dana secara berkala (setiap bulan atau sesuai kebutuhan) melalui grup terbatas atau langsung kepada para donatur yang menghubungi kami. Jika Anda ingin menerima laporan, silakan konfirmasi via WhatsApp.
Jika Allah mempertemukan Anda dengan tulisan ini, mungkin ini bukan sebuah kebetulan. Wallahu a’lam.
Informasi Kontak & Saluran Amanah
- 📱 WhatsApp Center : 0852-8178-6650 (Admin ikhwan)
- 💳 Rekening Bank : BANK JAGO — 503804675378
- 👤 Atas Nama : Adda Mubarak (Amanah untuk ikhwan bangkrut)
Semoga Allah menerima amal shalih dari kita semua, baik yang sedang diuji dengan kekurangan maupun yang sedang diuji dengan kelapangan harta.
Wallahu a’lam bish shawab.
